Gorontalo Wonderful Indonesia – Menara Eiffel Khas Limboto

Gorontalo Wonderful Indonesia- Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto. Limboto ialah Ibukota Kabupaten Gorontalo. Limboto memiliki sebuah menara yang menjadi ikon menarik dan menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo. Menara tersebut adalah Menara Keagungan Limboto. Tak perlu terbang jauh ke Paris, Prancis jika hanya untuk menyaksikan keindahan Menara Eiffel atau ke Tokyo untuk menikmati Tokyo Tower. Di Limboto, Kabupaten Gorontalo, terdapat sebuah ikon wisata baru berupa Menara Keagungan Limboto. Kini, Menara Keagungan Limboto sudah menjadi salah satu kebanggan Kota Gorontalo dan sudah menjadi tempat wisata. Banyak turis yang berkunjung ke tempat wisata yang satu ini.

Menara Eiffel Khas Limboto Gorontalo

Tidak hanya turis lokal, tak jarang turis dari luar negeri pun mampir berkunjung samnil melihat- lihat menara ini. Untuk dapat sampai ke tempat wisata ini, kalian dapat mengendarai transportasi pribadi maupun transportasi umum yang berada disekitar Limboto. Kalian dapat menggunakan angkutan darat (bus lintas Sulawesi) maupun yang menggunakan Jasa angkutan laut (melalui pelabuhan Anggrek Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara) agar dapat melihat langsung Menara tersebut jika menuju ibukota Provinsi Gorontalo.

Menara Keagungan Limboto didirikan di pusat ibukota Kabupaten Gorontalo, Kecamatan Limboto. Posisi pastinya berada di sebelah jalan raya trans limboto (Jl. Jend. Sudirman) dan Jl. Cokroaminoto. Menara ini memiliki ketinggian mencapai 65 meter. Menara dapat tampak ketika pesawat kalian akan landing di Bandara Jalaluddin Isimu, Gorontalo.

Obyek Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto
Obyek Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto

Menara ini sengaja dibangun mirip seperti Menara Eiffel di Paris Prancis. Menara Keagungan dibangun tahun 2002 dengan kontraktor pembangunan PT. Gunung Garuda Indonesia dan PD. Pedago.

Pembangunan Menara Keagungan Limboto menghabiskan biaya sebesar 8,6 Miliar rupiaH Penetapan nama Menara Keagungan oleh SK Bupati Gorontalo No. 717 tahun 2003 pada tanggal 18 September 2003 yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Gorontalo. Menara ini diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia saat itu, Dr. H Hamzah Haz, M.A., PHD pada tanggal 20 September 2003

Bak memasuki sebuah ibukota Paris di Negara Perancis, kalian akan dibuat terpesona dengan keanggunan menara ini. Bentuknya mirip dengan Menara Eiffel. Kalian seperti dibawa ke suasana Perancis dengan nuansa kearifan lokal khas Gorontalo. Tak perlu jauh- jauh sampai ke Paris untuk melihat menara Eiffel, jika kalian dapat berkunjung ke tempat wisata khas Gorontalo. Ikon Gorontalo ini tidak kalah menawan dan mempesona dibandingkan Menara Eiffel.

Menara ini dibangun dengan ketinggian 65m dan lebar 21m. Bangunan ini dirancang dengan 5 lantai. Lantai 1 seluas 446,56 m2. Lantai 2 seluas 352 m2, tinggi 14 meter bisa menampung hingga 120 orang. Di lantai dua terdapat berbagai restoran dan tempat bersantai. Lantai 3 seluas 157,3 m2, dapat menampung 40 orang dan berisikan penjual cendera mata khas Gorontalo. Lantai 4 seluas 96,96 m2. Lantai 5 seluas 31,36 m2. Total pengunjung yang dapat ditampung menara ini sebanyak 380 orang. Puncak menara setinggi 65 yang merupakan titik tertinggi dengan bentuk kubah Lantai ke-5 itulah, turis dapat menikmati panorama Kabupaten Gorontalo dari ketinggian. Turis dapat menaiki menara ini dengan 2 cara, yaitu dengan menaiki anak tangga dan dapat juga dengan lift. Lift hanya mampu sampai di lantai 3. Turis dapat menaiki ke lantai 4 dan 5 dengan menaiki anak tangga, hitung- hitung olahraga.

Trending 👉:  Pesona Wisata Manado

Untuk masuk ke dalam, pengunjung wajib membayar karcis dengan tariff seharga Rp. 10.000 untuk dewasa, dan Rp. 5.000 untuk anak-anak. Dengan hanya 10 ribu kalian sudah dapat menikmati indahnya suasana Gorontalo dari ketinggian. Dijamin kalian gak akan nyesel main ke ikon Gorontalo yang satu ini.

Menara khas Gorontalo ini setiap waktunya ramai dihampiri oleh wisatawan mancanegara dan domestik. Tidak perlu diherankan bila menara yang satu ini merupakan warisan Kabupaten Gorontalo. Lokasi sekitar menara juga tersusun sedemikian rupa dengan Taman Kota Gorontalo yang sejuk penuh bunga –. Bangunan ini dilengkapi dengan panggung theater, payung –, payung tempat wisatan beristirahat, serta jalan setapak yang berliku- liku –. Malam harinya lokasi menara dipenuhi oleh pedagang kaki lima serta para wisatawan. Cocok banget buat nongkrong generasi milenial sembari mencicipi minuman saraba dan martabak terang bulan.

Tempat Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto
Tempat Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto

Di dalam menara tersebut terdapat prasasti nama –. Isi prasasti tersebut adalah nama Perdana Menara Keagungan yang diukir. Nama- nama – tersebut berisikan pengusaha asal Gorontalo yang menghibahkan bantuan sejumlah Rp 50 juta saat peresmian menara.

Pengusaha- pengusaha antara lain H Abdullah Alkatiri SH, H Zainuddin Hasan MBA, H Syamsur Yunus, Drs H Rusli Habibie Agung Mazin SH, Drs. H Hamzah Isa SH, H Roem Kono, Dr Ir MoH Revodi A, Ir H Hamid Kuna, dan H Rahmat Gobel, serta H Dahlan Muda.

For your information, terdapat sebuah stasiun radio, yakni SMEK (Suara Menara Keagungan) 95,5 FM Gorontalo. Stasiun radio ini dapat diakses di seluruh kabupaten Gorontalo hingga mencapai pusat ibukota provinsi Gorontalo.

Di dalam menara, kondisi cukup memprihatinkan, dinding yang penuh dengan coretan dari orang jahil, serta berdebu, membuat kesan dalam menara tersebut terlihat kumuh. Menurut petugas pemungut retribusi tiket masuk, Yasin Katili, pada tahun 2006 silam, menara tersebut mampu menarik perhatian turis lokal, maupun turis asing. Tapi sejak terjadinya insiden seorang yang bunuh diri, membuat menara tersebut sepi, bahkan di awal tahun 2014, penurunan pengunjung yang datang sebesar 75%. Hal ini sangat memprihatinkan bagi salah satu ikon Gorontalo.

Warga dan turis pun berharap lokasi wisata menara ini agar tetap indah dan dirawat. Di sisi lain kebersihannya juga harus tetap dijaga dengan menyediakan akses untuk membuang sampah di tempat sampah dan imbauan agar pengunjung menjaga kebersihan serta tidak buang sampah sembarangan di sekitar tempat wisata tersebut.

Wajah baru Menara Pakaya Limboto pada April 2019 sebagai bentuk kerjasama antara Panasonic bersama Pemerintah Kabuaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kerja sama tersebut dilakukan agar wisatawan dapat meningkat dan memikat para wisatan.  Menara ini sudah dihiasi lampu- lampu cantik dan seperti yang sekarang ini kita melihat lampu yang terpasang di Menara ini berjumlah 318 lampu.

Trending 👉:  Tempat Wisata Di Medan Yang Lagi Hits

 

Lokasi Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto
Lokasi Wisata Menara Eiffel Khas Gorontalo, Menara Limboto

Kerlap- kerlip lampu warna warni yang menghiasi menara ini dengan berbagai variasi menjadi magnet baru wisata malam di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Ratusan, atau bahkan ribuan wisatan maupun warga Gorontalo memadati taman menari ini dan halaman masjid Baiturahaman untuk melihat lampu warna- warni yang begitu mempesona, merupakan salah satu lokasi favorit untuk berfoto turis dan masyarakat Gorontalo.

Diharapkan ke depannya menara ini terus menjadi ikon Gorontalo yang menjadi daya pikat wisatawan lokal dan mancanegara. Tak itu juga perawatan monument ini tak kalah penting agar para wisatan tetap nyaman berkunjung ke tempat wisata ini.

Makam Ju Panggola, Gorontalo

Obyek wisata lainnya dalah Makam keramat Ju Panggola terletak di Kecamatan Kota Barat, di Kelurahan Lekobalo, kurang lebih 7 KM dari Pusat Kota Gorontalo. Makam keramat ini terletak di atas bukit pada ketinggian 50 meter dari jalan raya. Dari atas bukit ini kita dapat melihat Danau Limboto yang luas, dengan airnya yang makin kritis, dari kedalaman 32 meter kini tinggal 5-7 meter.

Makam keramat Ju Panggola Gorontalo
Makam keramat Ju Panggola Gorontalo

Ju Panggola adalah gelar dan Ju berarti “ya”, Panggola berarti “Tua”, jadi Ju Panggola artinya Ya Pak Tua. Dalam sejarah, nama dari Pak Tua adalah Ilato, yang artinya kilat, karena kramatnya Ilato, sering menghilang dan sering muncul jika negri dalm keadaan gawat.  Pak Tua atau Ju Panggola gelar ini muncul dari masyarakat, karena setiap beliau tampil, dengan profil kake tua dan dengan jubah putihnya, serta jenggot yang melewati lutut, berwarna putih, Dikatakan “AWULIYA” karena beliau adalah penyebar agama islam sejak tahun 1400, sebelum para Wali Songo berada di Pulau Jawa.

Aliran yang ditinggalkan oleh Ju Panggola, adalah ilmu putih yang diterapkan lewat “langga” atau ilmu bela diri dalam dunia persilatan, beliau tidak secara langsung melatih para muridnya, tetapi dengan jalan meneteskan air dimata sang murid, dan para muridnya memperoleh jurus-jurus persilatan secara spontan, baik melalui mimpi maupun melalui gerakan reflex.

Keberadaan makam tersebut di atas bukit dan menyebarkan bau harum, dan menurut sejarah bahwa dibukit tersebut pernah dihuni oleh beliau sebagai tempat berhalwat. Wonderful Indonesia Kejadian itu samapi kini berlaku, dimana pada makam itu, setiap penziarah mengambil genggaman tanah tersebut tidak pernah menjadi lubang padahal ribuan manusia mengambil tanah tersebut yang diyakini sebagai azimat.

Makam Ju Panggola, setiap hari mendapat kunjungan dari para wisatawan, baik wisatawan Nusantara, maupun mancanegara dan sebagian dari mereka, melaksanakan solaat di mesjid Ju Panggola untuk memohonkan penyembuhan dari sakit yang diderita. Wonderful Indonesia Gorontalo juga memiliki obyek wisata pantai dan terdapat sebuah batu berbentuk tapak kaki terletak di Pantai Lahilote kelurahan Pohe Kecamatan Kota Selatan, kurang lebih 6 km dari pusat Kota Gorontalo.

Botu berarti batu, Liyodu berarti tapak kaki, jadi Botu Liyodu adalah batu berbentuk tapak kaki. Konon menurut legenda, Wonderful Indonesia batu ini adalah tapak kaki dari seorang pemuda bernama Lahilote, karena kasmaran dengan seorang bidadari dari kayangan yang beranama Boyilode Hulwa, sampai nekad mencuri sayap berbentuk selendang dari sang putrid, namun dalam perjalanan rumah tangganya Lahilote ditinggalkan sang putrid kembali ke kayanagn.

Trending 👉:  Wisata Indonesia di Parigi Moutung

Untuk kedua kalinya Lahilote nekad menyusul PutriBoyilode Hulwa ke kayangan dengan bantuan lentikan ujung rotan sakti yang disebut Hutiya Mala. Pertemuan dengan istrinya unik, dan membingungkan karena ketujuh bidadari yang memiliki persamaan wajah mengaku seluruhnya bernama Boyilonde Hulwa, Wonderful Indonesia sehingga sukar baginya menentukan siapa Boyilonde Hulwa yang asli. Berkat bantuan seekor kunang-kunang yang hinggap pada sanggul istrinya, Lahilote menemukan sang putrid sesuai dengan undang-undang kayangan, bahwa siapa saja yang menjadi tua dan rambutnya beruban ia harus dikembalikan ke dunia, karena kayangan bukan tempat dari manusia yang memiliki proses ketuaan.

Sang putri melepaskan suaminya Lhilote dengan menurunkannya melalui rambut uban yang dirajut menjadi tali, namun antara bumi dan langit tali uban itu putus, dan Lahilote dengan derasnya jatuh kebumi dalam keadaan berdiri. Kaki kanannya jatuh di Pantai Pohe Kota Gorontalo dan Kirinya Jatuh di pantai Kwandang di Kabupaten Gorontalo. Legenda Lahilote ini sampai sekarang masih dituturkan oleh masyarakat sebagai cerita rakyat bagi generasi sealnjutnya. Pantai Lahilote tetap menjadi obyek wisat bagi masyarakat Daerah Gorontalo dan wisatawan dai mancanegara.

Benteng Otanaha Gorontalo

Obyek lainnya di sekitar Gorontalo adalah di pinggiran kota Gorontalo yaitu di Lekobalo terdapat Benteng Otanaha yang berada di atas bukit dengan pemandangan kea rah Danau Limboto. Benteng ini kemungkinan dibangun oleh Portugis dan pernah digunakan oleh raja Gorontalo sebagai benteng untuk menghadapi Belanda ketika hubungan Gorontalo dan Belanda mengalami ketegangan.

Benteng Otanaha Gorontalo
Benteng Otanaha Gorontalo

Sisa-sisa bangunan benteng ini antara lain beupa tiga menara pengawas. Wonderful Indonesia Otanaha juga menyajikan panorama Danau Limboto seluas 5600 hektar dengan kedalaman rata-rata hanya 7 meter. Untuk menuju ke Benteng Otanaha, wisatawan dapat menumpang bendi atau mikrolet dari terminal kota dan turun di jalan kecil di kaki bukit yang menuju ke benteng. Danau Limboto dapat dicapai dengan menggunakan angkutan kota dengan masa tempuh satu jam.

Pada jarak 2 Km di selatan Gorontalo terdapat Pantai Lahilote yang merupakan pantai berpasir putih dan dapat dicapai dengan menumpang bendi atau mikrolet. Obyek wisata pantai lainnya di sekitar kota Gorontalo antara lain Pantai Indah, Pantai Karang Citra dan Pantai Pasir Putih. Pantai Indah dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum; 15 menit dari pusat kota Gorontalo. Daya tarik pantai ini berupa panorama Teluk Gorontalo dengan air lautnya yang jernih.Wonderful Indonesia

Wonderful Indonesia, Wisata Indonesia, Pesona Indonesia, Beautiful Indonesia, Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata, Pesona Indonesia, Wisata Indonesia, Indonesia Wisata, Pariwisata Indonesia, Indonesia Pariwisata, wisata di Indonesia, jasa pariwisata Indonesia
eskort mersin
eskort mersin
eskort mersin