Skip to content
Tempat wisata terbaru dan hits
Menu
  • HOME
  • JAKARTA
  • JABAR
  • JATENG
  • JOGJA
  • JATIM
  • INDONESIA
    • Wisata Aceh
    • Wisata Bangka Belitung
    • Wisata Bengkulu
    • Wisata Jambi
    • Wisata Lampung
    • Wisata Dunia Medan
    • Wisata Padang
    • Wisata Palembang
    • Wisata Riau
    • Wisata Tanjung Pinang
    • Wisata Banjarmasin
    • Wisata Palangkaraya
    • Wisata Pontianak
    • Wisata Samarinda
    • Wisata Banten
    • Wisata Gorontalo
    • Wisata Kendari
    • Wisata Makasar
    • Wisata Mamuju
    • Wisata Manado
    • Wisata Palu
    • Wisata Jayapura
    • Wisata Manokwari
    • Wisata Sorong
    • Wisata Teluk Cendrawasih
    • Wisata Kupang
    • Wisata Mataram
    • Wisata Maluku
    • Wisata Ternate
Menu

Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung

Posted on

Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung

Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung
Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung

Pariwisata Bandung Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36′ Bujur Timur dan 6° 49′ Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung.

Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Pariwisata Bandung Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan. Pada permulaan abad ke-20, para astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang terikat satu sama lain membentuk sistem galaksi.

Berkunjung ke Pariwisata Bandung Observatorium Bosscha
Berkunjung ke Pariwisata Bandung Observatorium Bosscha

Keinginan untuk meneliti dan memahami struktur galaksi tersebut mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi Selatan karena sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Pariwisata Bandung Ide pembangunan observatorium di Hindia Belanda dikemukakan oleh insinyur-astronom kelahiran Madiun, Joan George Erardus Gijsbertus Voûte. Dia melihat bahwa penelitian astronomi terhambat karena kurangnya jumlah observatorium dan pengamat di Belahan Bumi Selatan.

Pada awalnya, Voûte meneliti di Cape Observatory, Afrika Selatan, namun kurangnya dukungan pemerintah setempat membuat Voûte kembali ke Batavia, Hindia Belanda. Voûte berusaha mempengaruhi beberapa astronom di Belanda untuk membangun Observatorium di Hindia Belanda. Pariwisata Bandung Persahabatan antara Voûte dengan pengusaha kaya Karel Albert Rudolf Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven semakin memperkuat dukungan terhadap pembangunan Observatorium.Konstruksi Observatorium Bosscha dimulai pada tahun 1923. Pada tahun 1925 program pengamatan sudah dimulai dengan instrumen yang ada.

Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung
Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung

Carl Zeiss membutuhkan waktu tujuh tahun untuk membuat dan mengantarkan teleskop 60 cm, yang tiba pada tahun 1928. Pariwisata Bandung Voûte berkutat dengan kalibrasi teleskop besar tersebut selama dua tahun berikutnya hingga ia puas dengan kinerjanya. Semenjak tahun 1923, Voûte mulai mengundang astronom-astronom Belanda untuk bekerja di Observatoriumnya. Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II.

Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali. Pariwisata Bandung Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.

Teleskop Radio Hidrogen di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung
Teleskop Radio Hidrogen di Observatorium Bosscha Pariwisata Bandung

Bosscha mengumpulkan pengusaha dan orang-orang terpelajar untuk membentuk organisasi Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV—Perkumpulan Astronom Hindia Belanda) untuk menyalurkan uang bagi pembangunan observatorium. Hingga tahun 1928, diperkirakan organisasi ini mampu menyumbangkan 1 juta Gulden untuk dana pendirian dan operasional harian Pariwisata Bandung observatorium. Sebidang tanah di Lembang telah disumbangkan oleh Ursone bersaudara, pengusaha pemerahan sapi Baroe Adjak, dan hak kepemilikan tanahnya telah diserahkan kepada NISV.

Bosscha dan Voûte kemudian memberikan mandat kepada Observatorium Leiden untuk mengawasi pembelian instrumen untuk observatorium. Bosscha meminta saran kepada direktur Observatorium Leiden, Ejnar Hertzsprung, mengenai pengadaan teleskop dan juga mengenai sistem pikul teleskop. Ia berharap untuk dapat memanfaatkan jatuhnya nilai tukar Mark Jerman pasca Perang Dunia I agar dapat memperoleh teleskop Jerman berkualitas baik dengan harga murah. Pada awal tahun 1921, Bosscha bersedia membayar sebuah teleskop dengan garis tengah 60 cm dan panjang fokus 10 meter. Teleskop ini kemudian dipesan dari perusahaan optik ternama Jerman, Carl Zeiss Jena. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.Pariwisata Bandung

Tempat Wisata di Bandung, Tempat Wisata, Wisata di Bandung, Tempat Wisata Bandung, Wisata, Wisata Lembang, Tempat Wisata di Lembang, Tempat Menarik di Bandung, Wisata Kuliner Bandung, Wisata Alam Bandung, Objek Wisata di Bandung, Wisata Kota Bandung, Tempat Rekreasi di Bandung, Tempat Wisdata Alam di Bandung, Pariwisata Bandung, Observatorium Bosscha

JUAL RUMAH VILLA MURAH DI SOLO

Jual Rumah Villa di Solo
Jual Rumah Villa di Solo

Recent Posts

  • 5 Cara Menulis Email Lamaran yang Profesional dan Bikin Kamu Stand Out Saat Ada Info Loker Denpasar
  • 10 Resep Takjil dan Minuman Segar yang Bisa Dikemas dengan Thinwall 750 ml dan Botol Jelly 100 ml
  • Cara Mengundang Media untuk Meliput: Rahasia Publikasi Produk Baru, Launching, dan Destinasi Wisata Ala Bos
  • Asus Zenbook A14: Laptop dengan Prosesor Snapdragon® X Series
  • Telkom Landmark Tower 2, Kantor Strategis di Pusat Bisnis Jakarta!
  • Taman Bunga Leuwiliang: Surga Flora di Jawa Barat
  • Keuntungan Ganda Memiliki Vila atau Menyewa Kamar di Nusa Dua Bali
  • Top 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Murah, Lagi dan Istagramable
  • Tempat dan Objek Wisata di Ambon Terbaru yang Lagi Hits: Wajib Anda Kunjungi!
  • Tempat dan Objek Wisata di Blitar Terbaru dan Lagi Hits, Istagramable Wajib Anda Kunjungi
  • Tempat dan Objek Wisata di Purwakarta Terbaru dan Lagi Hits, Istagramable Wajib Anda Kunjungi
  • Tempat dan Objek Wisata di Pesawaran Terbaru dan Lagi Hits, Istagramable Wajib Anda Kunjungi
  • Tempat dan Objek Wisata di Pasaman Terbaru dan Lagi Hits, Istagramable Wajib Anda Kunjungi
  • Tempat dan Objek Wisata di Pegunungan Arfak: Keindahan Alam yang Tersembunyi
  • Tempat dan Objek Wisata di Pamekasan: Destinasi Terbaru yang Instagramable

Seedbacklink

  • HOME
  • TERMS OF USE
  • PRIVACY POLICY
  • EARNING DISCLAIMER
  • CONTACT US
  • ABOUT US
©2026 WISATA NEWS | Design: Newspaperly WordPress Theme