Pesona Tempat Wisata Rawa Bento Jambi
Pesona Wisata Jambi Rawa Bento terletak di desa Kersik Tuo Kecamatan Perwakilan Kayu Aro, merupakan hutan rawa air tawar dataran tinggi dengan karakteristik tutupan vegetasi yang didominasi oleh rumput Leersia Hexandra dan Eugenia Spicate.
Terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung 7, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.333 mdpl, dengan luas skitar 1.000 ha. Kabupaten Kerinci adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Pesona Wisata Jambi Kerinci ditetapkan sebagai Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh. Pada tahun 2011, pusat pemerintahan berpindah ke Siulak. Kabupaten Kerinci memiliki luas 3.355,27 km² terdiri atas 12 kecamatan.
Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, populasi Kabupaten Kerinci berjumlah 229.495 jiwa. Masyarakat yang mendiami kawasan ini adalah Suku Kerinci. Dan bahasa pengantar yang dipergunakan adalah Bahasa Kerinci. Masyarakat Kerinci menganut sistem adat matrilineal. Pesona Wisata Jambi Rumah suku Kerinci disebut “Larik”, yang terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung dan dihuni oleh beberapa keluarga yang masih satu keturunan.
Suku Kerinci memiliki banyak tarian tradisional seperti Tarian Asyeik Naik Mahligai, Mandi Taman, Ngayun Luci tarian ini merupakan peninggalan dari tradisi Animisme. Pesona Wisata Jambi Setelah masuknya Islam, Berkembang Tarian yang lebih Islami seperti tari Rangguk, Sike Rebana, dan Iyo-iyo. Suku Kerinci juga memiliki sastra Lisan yang tertuang dalam bentuk Tale, Barendih, Mantau, Nyaho, Kunun dan K’ba. Selain itu,Suku Kerinci memiliki seni bela diridan permainan tradisional seperti Pencak Silat dan Ngadu Tanduk.
Pesona Wisata Jambi Asal Muasal Rawa Bento
Rawa ini pada mulanya adalah sebuah danau, akibat sedimentasi aliran sungai di sekitarnya yang berasal dari gugusan Pesona Wisata Jambi Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar dan sekitarnya yang menyebabkan semakin lama semakin dangkal. Sekarang rawa ini banyak di tutupi oleh rumput bento dan menjadi hutan rawa, sehingga dikenal dengan nama Rawa Bento, objek wisata hutan rawa ini berada dekat dengan Goa Kasah di gugusan Gunung Sangkar, salah satu objek wisata lain yang juga sering di kunjungi pecinta alam terutama peminat goa.
Pada daerah hutan rawa pegunungan ini dapat ditemukan beberapa jenis burung antara lain burung jernih, burung layang-layang dan putih, bebek liar dan lain sebagainya. Ekosistem Pesona Wisata Jambi Rawa Bento seluas kurang lebih 1000 Ha ini terdiri dari rumput rawa gambut yang didominasi oleh rumput bento serta beberapa jenis rumput dengan batang bersegi (famili: Cyperaceae); hutan rawa kerdilnya terdiri atas pohon-pohon Eugenia spicata, Palaquium sp.,Syzygium sp., Elaeocarpus sp., Ficus spp., dll. Sungai dan danau Bento memiliki banyak kandungan ikan seperti ikan semah (Tor sp.), ikan pareh (Tor tambroides), ikan saluang (Rasbora lateristriata) dan belut (Monopterus albus). Pada sepanjang tepi sungai dan danaunya dapat ditemukan tanaman enceng gondok (Eichornia crasipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes).

Pesona Wisata Jambi Rawa Bento yang Tergolong Unik
Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.375 m dpl dengan luas sekitar 1.000 ha yang terdiri dari hutan rawa dengan tanaman kerdil, beberapa rawa gambut sempit dan danau-danau kecil. Hutan rawa ini terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian 5-6 m dengan diameter yang bervariasi antara 2-6 cm. Batang pohon tersebut ditutupi oleh lumut yang mengering dan dihiasi dengan pakuan-pakuan yang merambat. Pesona Wisata Jambi Rawa Bento tergolong unik di Sumatera karena habitat dan vegetasinya. Keberadaan Rawa Bento saat ini terancam oleh manusia yang mengkonversi rawa menjadi sawah.
Rawa Bento terletak di Desa Kersik Tuo yang berjarak 50 km dari Sungai Penuh, dilanjutkan berjalan kaki selama 3 jam. Selain menikmati keindahan panorama rawa bento dengan berkano, bagi pengunjung yang hobi melakukan pengamatan burung (birdwatching) juga dapat dimanjakan oleh jenis-jenis burung yang dapat diamati di Pesona Wisata Jambi Rawa Bento ini. Beberapa jenis burung yang dapat diamati antara lain, kuntul kerbau, kuntul kecil, bebrapa jenis raja udang, beberapa jenis raptor, itik gunung, berkik, mandar padi sintar, trinil semak, trinil pantai, dsb.
Bagi penggemar birdwatching, Pesona Wisata Jambi Rawa Bento bisa dikatakan salah satu surganya deh. Selain birdwatching bagi yang suka memancing juga bisa, karena ada bebrapa jenis ikan selain itu Enceng gondok (Eichornia crasipes) ini melimpah di sepanjang Danau dan sungai yang ada di Rawa Bento, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Kalau sudah terlalu banyak dan menutup aliran sungai, biasanya masyarakat akan bergotong royong untuk membersihkannya.
Perjalan menuju rawa bento ini dimulai dengan menggunakan mobil dari Kota Sungai Penuh ke arah desa Jernih Jaya atau desa Pauh Tinggi yang terletak di Kecamatan Pesona Wisata Jambi Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci. Dari Kota Sungai Penuh menuju Desa Jernih Jaya dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 30 menit, sedangkan perjalanan ke Desa Pauh Tinggi ditempuh dalam waktu 2 jam atau lebih. Dua desa ini merupakan pintu masuk menuju Rawa Bento.
Apabila masuk dari Desa Jernih Jaya menggunakan kano (perahu tradisional) menuju rawa bento kita harus mendayung dengan kuat karena melawan arus sungai, perjalanan menggunakan kano akan lebih mudah apabila kita masuk melalui Desa Pauh Tinggi. Kesulitannya adalah untuk mencapai Desa Pauh Tinggi tersebut tidak dapat ditempuh dengan kendaraan umum, oleh karena itu harus menyewa mobil dari Kota Sungai Penuh dengan biaya sewa setengah hari Rp. 250.000,- dan bensin Rp. 50.000,-. Sebelum berkano di Rawa Bento pengunjung harus melintasi padang rumput bertanah rawa, somehow hal ini sangat menarik untuk dilakukan. Apalagi ketika kita dapat merasakan lembut dan dinginnya tanah rawa yang kita injak.Pesona Wisata Jambi
Penelitian menunjukkan bahwa di Rawa Bento ditemukan 12 jenis burung air dengan jumlah total individu teramati 470 ekor tersebar di empat tipe lahan basah yaitu di rawa danau 7 jenis, di rawa rumput 8 jenis, di sungai 8 jenis dan di sawah 6 jenis.

Flora Fauna di Kawasan Rawa Bento
Rawa Bento merupakan rawa tertinggi yang ada di Sumatra yaitu pada ketinggian 1333 mdpl. Rawa ini terletak di terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Kawasan rawa dengan luas kurang lebih 1000 ha ini memiliki ekosistem rawa yang terdiri atas rumput rawa gambut, hutan rawa kerdil, serta danau rawa kecil.
Rawa Bento berasal dari kata Bento, dalam bahasa lokal berarti rumput. Rumput rawa gambut pada rawa Bento didominasi oleh rumput Bento (Leersia hexandra: Poaceae). Sedangkan hutan rawa kerdilnya terdiri atas pohon-pohon Eugenia spicata, Palaquium sp., Syzygium sp., Elaeocarpus sp., Ficus sp., dan lain-lain.
Sungai dan danau Bento memiliki banyak kandungan ikan seperti ikan semah (Tor douronensis), ikan pareh (Tor tambroides), ikan saluang (Rasbora lateristriata) dan belut (Monopterus albus). Tingginya kandungan ikan yang hidup di danau dan sungai Bento ini membuatnya menjadi sumber mata pencaharian utama bagi nelayan yang hidup di sekitarnya. Rawa Bento juga merupakan salah satu tempat favorit bagi para pengamat burung.
Hasil penelitian dan inventarisasi yang dilakukan oleh TNKS bekerja sama dengan Kerinci Birdwatching Club dan mahasiswa menemukan bahwa rawa ini merupakan salah satu habitat penting bagi beberapa jenis burung air migran seperti trinil semak, trinil pantai, dan berkik rawa. Selain burung—burung migran sedikitnya terdapat 10 jenis burung air lain yang merupakan penghuni tetap dari Rawa Bento. Selain burung air terdapat 38 jenis burung lain yang juga menghuni hutan rawa kerdil ini.
Ancaman Tanaman Invasif di Kawasan Rawa Bento
Saat ini secara ekologis kondisi Rawa Bento mendapatkan ancaman dari meledaknya populasi eceng gondok (Eichornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) yang merupakan jenis tanaman asing invasif. Ledakan populasi dari dua tanaman ini menyebabkan sehari harinya banyak massa tanaman yang terbawa arus sungai dan mengganggu kelancaran transportasi. Lebih parahnya lagi, invasi dari dua jenis invasif menyebabkan sedikitnya cahaya matahari yang dapat mencapai dasar sungai sehingga menurunkan jumlah populasi fitoplankton dan zooplankton yang merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan yang berhabitat disana. Dikhawatirkan apabila terus berlanjut akan menyebabkan penurunan populasi ikan di Rawa Bento.
Akses dan Wisata di Kawasan Rawa Bento
Rawa Bento sendiri dapat dicapai dengan menggunakan perahu tradisional bermesin dari dua desa yaitu Desa Jernih Jaya dan Desa Pelompek. Namun, jumlah perahu di Desa Jernih Jaya lebih banyak dengan kapasitas yang lebih besar. Diperlukan kira-kira satu jam dari dermaga di Desa Jernih Jaya untuk dapat mencapai hambaran rumput bento di Rawa Bento.
Lokasi ini merupakan lokasi yang strategis untuk berkemah dan melakukan pengamatan burung. Sepanjang perjalanan menuju titik pemberhentian perahu terakhir, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Tujuh, Gunung Kerinci, hutan rawa kerdil dan danau Bento. Jika cuaca cerah dari lokasi berkemah juga akan dapat dinikmati pemandangan hutan rawa kerdil dengan latar Gunung Kerinci yang sangat indah.
Sumber : (http://jambiprov.go.id/) ( https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kerinci) (https://id.wikipedia.org/wiki/Jambi) (http://jambikota.go.id)
https://id.wikipedia.org/wiki/Rawa_Bento
=> Artikel Menarik Lainnya <=
Pesona Wisata Muara Jambi
Pesona Wisata Kota Jambi
Pesona Wisata Jambi Danau Belibis
Pesona Wisata Jambi Masjid Agung Jambi
Pesona Wisata Jambi Danau Kerinci
Pesona Wisata Jambi, Rawa Bento, Wisata Rawa Bento, Pesona Rawa, Rawa Bento Kerinci, Kersik Tuo, Gunung kerinci, Gunung Tujuh, Objek Wisata Rawa, Sungai Penuh,Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata, Pesona Indonesia, Wisata Indonesia, Indonesia Wisata, Pariwisata Indonesia, Indonesia Pariwisata, wisata di Indonesia, jasa pariwisata Indonesia,

