Pesona Wisata Riau Pasar Bawah
Pesona wisata Riau. Pasar Bawah merupakan salah satu ikon dari Kota Pekanbaru. Berdasarkan informasi yang saya dengar, pasar ini merupakan pesona wisata pasar tertua di Pekanbaru. Dalam kunjungan singkat ke Riau, mengunjungi Pasar Bawah adalah salah satu agenda sebelum pulang ke Jakarta. Pasar ini terletak di tengah kota. Jalan di depan pasar cukup padat dan ramai juga tidak terlalu besar. Malah ketika saya kesana lalu lintas sekitar pasar agak macet. Mungkin karena hari Minggu. Karena acara jalan-jalan ke Pasar Bawah adalah agenda terakhir sebelum makan durian di Jl. Hang Tuah, maka waktu untuk menjelajah disini betul-betul dibatasi, alhasil acara berburu di Pasar Bawah betul-betul dalam keadaan terburu-buru.
Daya Tarik Tempat Wisata Pasar Bawah Pekanbaru
Bentuk interior Pasar Bawah tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional lainnya. Lantas apa yang menjadi keunikan atau ciri khas pasar ini? Menurut saya yang unik dari pasar ini adalah apa yang dijual. Pesona wisata pasar ini memang tempat penjualan berbagai macam barang, mulai dari oleh-oleh sampai kebutuhan sehari-hari. Tetapi, yang paling terkenal dari pasar ini memang penjualan oleh-olehnya. Makanya pasar ini disebut Pasar Wisata. Bagaimana dengan keadaan di dalam pasar? Pasar ini terdiri dari beberapa lantai. Masuk ke dalam, saya menaiki tangga untuk memulai penjelajahan. Begitu masuk, langsung tiba di lantai 1, dan terlihat lorong-lorong kios yang menjual aneka macam barang, mulai dari pakaian, aksesoris, perabotan seperti poci, guci-guci dari Cina, sampai karpet segala ukuran.
Masuk ke bagian dalam lagi, di bagian tengah, terdapat kios penjual songket. Ini dia yang paling menggoda. Ternyata songket yang dijual di pasar ini tidak hanya songket khas Riau tetapi juga songket dari luar negeri seperti Thailand. Sempat juga saya bertanya harga songket di salah satu kios. Ternyata harganya cukup beragam, mulai dari Rp. 50.000,- sampai ratusan ribu. Kain songket yang dijual umumnya sudah terdiri dari satu paket untuk atasan dan bawahan.
Oleh karena sudah sampai Pasar Bawah saya merasa harus membeli kenang-kenangan khas Riau dan pilihan saya jatuh pada kain songket berwarna hijau yang dilengkapi aksen keemasan sebagai ciri khas kain songket Melayu, dengan harga masih dibawah seratus ribu. Sempat terjadi tawar-menawar dan harga hanya turun Rp. 10.000 dari yang ditawarkan. Entah itu masih mahal atau tidak, saya memang kurang pandai menawar harga. Tapi setidaknya saya puas bisa mendapat songket yang entah kapan akan dijahit.
Pasar Bawah memenangkan kategori obyek wisata belanja terpopuler di Pekanbaru pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2017. Gedung pasar ini punya banyak oleh-oleh yang bisa Anda beli jika ke Pekanbaru. Nama Pasar Bawah diberikan oleh masyarakat Pekanbaru, karena pasar ini terletak di bagian bawah (dekat pinggiran Sungai Siak) yang konturnya lebih rendah.
Pasar Bawah yang berlokasi di Jl. Jalan Saleh Abas, Kampung Dalam, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau ini memiliki 4 lantai.Saat ini merupakan pasar tradisional tujuan berbelanja favorit di Kota Pekanbaru, Riau. Pusat perbelanjaan barang-barang antik dan aksesoris rumah tangga yang menjadi ikon pusat.
Daya Tarik yang Dimiliki Pasar Bawah
- Aneka Ragam Barang Dagangan
- Arsitektur Bangunan Pasar Bawah
Lantai Basement Pasar Bawah
Disini dijual berbagai keripik khas Melayu dan T shirt desain khas Melayu. Di basement ini juga digelar dagangan aneka bumbu dapur.
Lantai 1 Pasar Bawah
Di lantai ini digelar aneka baju dan pakaian, oleh-oleh Pekanbaru, serta perlengkapan rumah. Ada juga brbagai peralatan perkakas rumah tangga dan perhiasan keramin serta perhiasan bunga plastik.
Lantai 2 Pasar Bawah
Di area ini banyak dipajang aneka T shrit dengan desain khas Melayu, baju-baju muslim.
Lantai 3 Pasar Bawah
Di area ini hampir sama dengan lantai 2 banyak dipajang aneka T shrit dengan desain khas Melayu, baju-baju muslim. Ada ruang Musholla.
Setelah keliling ke Pasar Bawah, Anda bisa juga jalan-jalan ke ke toko-toko sekelilingnya, yakni sekitaran Jalan Saleh Abbas, Jalan Kota Baru, dan Jalan Moh. Yamin.

